Rechercher dans ce blog

Selasa, 16 November 2021

Gejala Penyakit Mental pada Remaja yang Biasa Muncul, Orang Tua Wajib Tahu | merdeka.com - Merdeka.com

Gejala Penyakit Mental pada Remaja yang Biasa Muncul, Orang Tua Wajib Tahu Ilustrasi depresi. ©Shutterstock/Nomad_Soul

Merdeka.com - Orang tua tidak akan pernah mengabaikan ketika anak mereka mengalami flu, batuk, atau tanda-tanda masalah kesehatan fisik yang terlihat jelas. Namun, ketika menyangkut penyakit mental, gejalanya sering luput dari pandangan orang tua. Sehingga dapat terus diderita selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Gejala penyakit mental pada remaja memang sulit dikenali oleh para orang tua. Sedangkan yang lain khawatir jika anak mereka akan dicap sebagai "orang gila" jika mereka berusaha mencari bantuan untuk mengatasinya.

Meski sulit untuk mengenali kondisi mental pada anak, khususnya para remaja, mencegah sejak dini dan perhatian dari keluarga mungkin bisa menjadi cara untuk membantu anak remaja merasa lebih baik. Karena penyakit mental pada remaja tidak akan hilang begitu saja ketika dibiarkan. Bahkan, kesehatan mental mereka kemungkinan bisa semakin memburuk.

Tanpa perawatan yang tepat, para remaja juga dapat tergoda untuk mencoba pengobatannya sendiri. Mereka bisa mencoba obat-obatan terlarang, alkohol, atau kebiasaan buruk lainnya yang mereka anggap dapat mengurangi rasa sakit mereka. Dan pada akhirnya, pengobatan yang mereka lakukan hanya menambah lebih banyak masalah pada kehidupan remaja mereka.

Lebih buruk lagi, masalah kesehatan mental yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko bunuh diri pada remaja. Kebanyakan remaja yang bunuh diri memiliki gangguan suasana hati, seperti depresi atau bipolar. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui lebih lanjut gejala penyakit mental pada remaja.

Dalam artikel berikut, kami akan mengulas lebih lanjut tentang penyakit mental pada remaja yang dilansir dari verywellmind.com.

2 dari 4 halaman

Penyebab Penyakit Mental pada Remaja

Sebelum mengetahui gejala penyakit mental pada remaja, ketahui pula penyebab penyakit mental pada remaja.

Masa remaja menjadi masa-masa di mana masalah kesehatan mental biasa muncul. Peneliti menduga hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

Hormon

Perubahan hormon dan perkembangan otak selama masa remaja dapat menempatkan remaja pada risiko yang lebih tinggi terhadap masalah kesehatan mental. Beberapa peneliti telah menjelaskan fenomena ini dengan mengatakan, "bagian yang bergerak menjadi rusak," yang berarti bahwa ketika semua bagian dari sistem saraf tidak berkembang pada tingkat yang benar, seorang remaja mungkin mengalami perubahan dalam pemikiran, suasana hati, dan perilaku.

Lingkungan

mental illnes

nytimes.com

Masalah lingkungan juga bisa menjadi faktor munculnya penyakit mental pada remaja. Insiden traumatis, seperti pengalaman mendekati kematian atau pelecehan, dapat meningkatkan risiko remaja memiliki penyakit mental.

Stres

Stres juga bisa menjadi faktor terjadinya penyakit mental. Jika para remaja mengalami intimidasi di sekolah atau jika dia memberikan banyak tekanan pada dirinya sendiri untuk berprestasi secara akademis, dia mungkin lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental.

3 dari 4 halaman

Gejala Penyakit Mental pada Remaja

mental

©huffingtonpost.ca

Membedakan penyakit mental dari perubahan hormonal, fase remaja, dan perubahan suasana hati menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Tetapi penting untuk memantau suasana hati dan perilaku anak remaja.

Jika Anda melihat perubahan yang mengganggu kehidupan sehari-hari mereka, kemungkinan hal itu bisa menjadi tanda dari kesehatan mental yang tidak baik. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala penyakit mental pada remaja. 

Gejala penyakit mental akan berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa gejala dari penyakit mental pada remaja antara lain adalah:

  • Perubahan kebiasaan tidur – Anak remaja Anda mungkin mengeluh insomnia atau dia mungkin mulai tidur siang sepulang sekolah. Ingin tetap di tempat tidur sepanjang hari atau begadang sepanjang malam juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada kesehatan mental mereka.
  • Kehilangan minat – Jika anak remaja Anda berhenti dari kegiatan favoritnya, atau menunjukkan kurangnya minat untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman, ia mungkin mengalami masalah.
  • Perubahan dalam kinerja akademik – Masalah kesehatan mental sering menyebabkan perubahan dramatis dalam motivasi untuk melakukan pekerjaan sekolah. Jika anak remaja Anda kehilangan minat untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya, atau dia tiba-tiba tertinggal di sekolah, itu bisa menjadi pertanda adanya masalah pada kesehatan mental.
  • Perubahan berat badan atau nafsu makan – Melewatkan makan, menimbun makanan, dan perubahan berat badan yang cepat bisa menjadi tanda dari gangguan makan. Depresi sering ditandai dengan perubahan berat badan juga.
  • Perubahan mood yang ekstrem – Rasa marah yang berlebihan, tangisan yang tidak terduga, dan tingkat iritabilitas yang tinggi dapat menjadi tanda adanya penyakit mental pada remaja.
  • Peningkatan isolasi – Keinginan yang kuat untuk menyendiri atau kerahasiaan yang berlebihan mungkin merupakan tanda adanya masalah.

4 dari 4 halaman

Cari Orang Terpercaya

Penting bagi remaja untuk memiliki orang dewasa yang dapat mereka ajak bicara tentang masalah yang terjadi dalam hidup mereka, dan seringkali mereka memang lebih nyaman untuk berbicara dengan orang lain selain orang tua mereka. Jadi, pastikan mereka memiliki orang lain dalam hidup mereka yang dapat diajak bicara.

Tanyakan pada mereka, “Jika Anda memiliki masalah dan Anda tidak dapat membicarakannya dengan saya, dengan siapa Anda berbicara?” Namun, banyak remaja lebih senang berbicara dengan teman-teman mereka. Tapi, teman sebaya mereka mungkin juga kurang bijaksana untuk menghadapi masalah serius.

Siapa yang dapat diandalkan?

Selain keluarga, teman, kerabat, guru, konselor bimbingan, dan teman yang lebih tua mungkin bisa menjadi orang-orang yang di ajak berbicara. Yakinkan mereka bahwa tidak apa-apa untuk membawa masalah dengan orang-orang yang Anda setujui dapat dipercaya.

Ini juga bisa menjadi saat yang tepat untuk mengajak mereka untuk bertemu dengan seorang professional. Karena terkadang mereka merasa tidak nyaman ketika menemui terapis, tetapi beberapa dari mereka mungkin juga menerima ide tersebut jika Anda menyarankannya terlebih dahulu.

Mencari Dukungan untuk Diri Sendiri

Kesehatan mental pada remaja dapat mempengaruhi seluruh keluarga, jadi penting untuk mencari dukungan untuk diri sendiri jika Anda memiliki anak remaja yang menderita penyakit mental.

Berbicara dengan orang tua lain dapat menjadi kunci untuk memperkuat Anda secara mental. Orang tua akan mendapatkan kenyamanan dan terbantu ketika memperoleh dukungan emosional dari orang tua lain yang mengerti dan paham.

Cari kelompok pendukung atas kesehatan mental yang dialami anak Anda. Atau Anda mungkin juga bisa mempertimbangkan untuk bertemu sendiri dengan terapis. Seorang profesional kesehatan mental dapat memastikan bahwa pengelolaan stres yang Anda lakukan sudah benar sehingga Anda siap untuk membantu anak Anda.

[ank]

Adblock test (Why?)


Gejala Penyakit Mental pada Remaja yang Biasa Muncul, Orang Tua Wajib Tahu | merdeka.com - Merdeka.com
Ngelanjutin Artikel nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ellington Financial Menetapkan Harga Penawaran Saham Biasa Senilai $118,5 Juta - Investing.com Indonesia

[unable to retrieve full-text content] Ellington Financial Menetapkan Harga Penawaran Saham Biasa Senilai $118,5 Juta    Investing.com Indo...