/data/photo/2021/07/30/61036df350837.jpg)
JAKARTA, KOMPAS.com - Dinding penahan berfungsi mencegah keruntuhan tanah yang curam atau lereng yang dibangun di tempat.
Dinding penahan sudah diaplikasikan secara luas pada pembuatan jalan raya, jalan kereta api, jembatan, kanal dan lainnya.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email
Berdasarkan cara untuk mencapai stabilitasnya, maka dinding penahan tanah dapat diklasifikasikn dalam beberapa jenis.
Mulai dari dinding gravitasi, penahan kantiliver, kontrafort, dan buttress.
Baca juga: Manfaat Penggunaan Besi Hollow pada Konstruksi dan Furnitur
Beberapa jenis dinding penahan tanah antara lain:
1.Dinding penahan tanah gravitasi
Dinding gravitasi dibikin dari beton tidak bertulang, batu, dan terkadang dipasang tulangan pada permukaan dinding untuk mencegah retakan permukaan akibat perubahan temperatur.
2. Dinding penahan tanah kantilever
Dinding kantilever terbuat dari campuran dinding dan beton bertulang yang berbentuk huruf T.
Ketebalan dari kedua bagian relatif tipis, diberi tulangan untuk menahan dan gaya lintang yang bekerja pada dinding tersebut.
Biasanya ketinggian dinding ini tidak lebih dari enam hingga tujuh meter.
Stabilitas konstruksinya didapatkan melalui berat dinding penahan dan berat tanah di atas tumit tapak.
Terdapat 3 bagian struktur yang berfungsi sebagai kantiliver, yaitu bagian dinding vertikal (steem), tumit tapak dan ujung kaki tapak.
3. Dinding penahan tanah kontrafort
Dinding kontrafort terdiri dari dinding beton bertulang tipis di bagian dalam dinding pada jarak tertentu yang didukung oleh pelat.
Ruang di atas pelat pondasi dipenuhi dengan tanah urug.
Apabila tekanan tanah aktif pada dinding vertikal cukup besar, maka bagian tersebut dan tumit perlu disatukan (kontrafort).
Kontrafort berfungsi sebagai pengikat tarik dinding vertikal dan ditempatkan pada bagian timbunan dengan interval jarak tertentu.
Dinding kontrafort akan lebih ekonomis digunakan bila ketinggian dinding lebih dari 7 meter.
4. Dinding penahan tanah buttress
Dinding buttress hampir sama dengan dinding kontrafort, hanya bedanya bagian kontrafort diletakkan di depan dinding.
Struktur kontrafort berfungsi menahan tegangan tekan dan bagian tumitnya lebih pendek dari pada bagian kaki.
Keseimbangan konstruksinya didapati dari berat dinding penahan dan berat tanah di atas tumit tapak.
Dinding ini dibangun pada sisi dinding di bawah tertekan untuk memperkecil gaya irisan yang bekerja pada dinding memanjang dan pelat lantai.
Kelemahannya terletak pada penahannya yang lebih sulit dari pada jenis lainnya dan pemadatan dengan cara rolling pada tanah di bagian belakang.
5. Dinding penahan tanah gabion
Dinding penahan gabion merupakan konstruksi dari kumpulan blok-blok yang disusun secara vertikal ke atas yang mirip dengan terasering atau tangga.
Blok-blok yang disusun dibuat dari anyaman kawat logam galvanis yang disi dengan agregat kasar berupa batu kali.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Mengenal Dinding Penahan Tanah yang Biasa Digunakan pada Konstruksi - Kompas.com - KOMPAS.com
Ngelanjutin Artikel nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar