Rechercher dans ce blog

Rabu, 03 April 2024

Sommer: Target Utama Kami Scudetto, Luar Biasa Berada di Inter - Inter Milan

[unable to retrieve full-text content]

Sommer: Target Utama Kami Scudetto, Luar Biasa Berada di Inter  Inter Milan
Sommer: Target Utama Kami Scudetto, Luar Biasa Berada di Inter - Inter Milan
Ngelanjutin Artikel nya

6 Manfaat Luar Biasa Berbuka Puasa dengan Minum Air Kelapa Setiap Hari - Tribun Health

[unable to retrieve full-text content]

6 Manfaat Luar Biasa Berbuka Puasa dengan Minum Air Kelapa Setiap Hari  Tribun Health
6 Manfaat Luar Biasa Berbuka Puasa dengan Minum Air Kelapa Setiap Hari - Tribun Health
Ngelanjutin Artikel nya

Soal Pramuka Tak Lagi Wajib, Eks Waka Kwarnas: Biasa Saja, Karena... - detikcom

Jakarta -

Ekstrakurikuler Pramuka tidak lagi kegiatan yang wajib diikuti siswa. Ketentuan ini tercantum dalam aturan terbaru Kemendikbud Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024.

Berlaku mulai 26 Maret 2024, aturan tersebut mencabut Permendikbud No. 63 Tahun 2014 yang menyebutkan Pramuka sebagai kegiatan wajib. Dalam aturan terbaru, ekstrakurikuler termasuk Pramuka, merupakan kegiatan pilihan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa.

"Permendikbudristek 12/2024 mengatur bahwa keikutsertaan murid dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk Pramuka, bersifat sukarela," papar Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Anindito Aditomo, lewat siaran pers tertulis, dikutip Selasa (2/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aturan ini pun mengundang beragam pendapat. Salah satu pihak yang menyatakan pendapatnya datang dari Mantan Wakil Ketua Kwartir Nasional (Waka Kwarnas), Berthold Sinaulan.

Berthold menyatakan jika aturan tersebut bukanlah suatu masalah. Ia menyoroti Pramuka yang sejatinya merupakan pendidikan nonformal dan melengkapi pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Jadi kepramukaan memang bukan masalah kalau tidak dijadikan ekstrakurikuler wajib di sekolah," ujarnya kepada detikEdu Selasa (2/4/2024).

Menurutnya, aturan ini juga dianggap 'biasa saja' oleh sebagian kalangan Pramuka. Mengingat Pramuka bukan dihapus, tetapi dijadikan kegiatan pilihan.

"Sebenarnya sebagian kalangan Pramuka yang menganggap biasa saja Permendikbudristek itu dan tidak perlu ditanggapi reaktif," katanya.

Dorong Kegiatan Lebih Menarik

Agar menjadi kegiatan pilihan para siswa, Berthold mendorong Kwarnas agar bisa menyuplai materi kegiatan yang menarik.

Ia juga meminta guru atau pembina Pramuka agar mengolah materi dan kegiatan menjadi lebih menyenangkan.

"Pasti ekstrakurikuler kepramukaan tetap dipilih siswa," ujarnya.

Pilih Siswa yang Sukarela Ikut

Dalam laman resmi Pramuka, Mohamad Arif Fajartono selaku Pembina Pramuka di Banyuwangi mengungkapkan jika ia lebih memilih membina tiga orang yang sukarela memilih Pramuka dibandingkan 300 orang yang terpaksa.

"Penulis lebih memilih membina 3 orang sukarela dengan karakter yang terbentuk, daripada 300 orang yang dipaksa. Oleh karena itu, penulis memilih fokus menjadi Pamong Saka yang anggotanya benar-benar suka dan rela," ujarnya.

Ia menekankan jika Pramuka sebagai ekstrakurikuler pilihan memberikan kesempatan pada siswa untuk memilih jalannya sendiri. Menurutnya, kader yang lahir dari pilihan adalah kader yang lebih kuat, bersemangat, dan siap menghadapi tantangan.

"Perubahan ini bukan untuk meredupkan semangat Pramuka, tapi membangun kualitas, bukan kuantitas," pungkasnya.

Simak Video "Pramuka Tak Lagi Wajib Diikuti, Ini Penjelasan Kemendikbudristek"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/faz)

Adblock test (Why?)


Soal Pramuka Tak Lagi Wajib, Eks Waka Kwarnas: Biasa Saja, Karena... - detikcom
Ngelanjutin Artikel nya

Selasa, 02 April 2024

Kenali Perbedaan Lesi Akibat Flu Singapura dan Sariawan Biasa - detikHealth

Jakarta -

Kasus Hand, Mouth, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau flu Singapura tengah marak di Indonesia. Penyakit ini paling banyak dialami oleh anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun.

Gejala yang sering dikeluhkan mulai dari demam, ruam, hingga lesi. Namun, kondisi lesi di mulut ini sangat mirip dengan sariawan yang biasa terjadi.

Dokter spesialis anak konsultan infeksi Prof Dr dr Edi Hartoyo SpA(K), menjelaskan perbedaan antara lesi yang terjadi karena sariawan biasa dan flu Singapura hanya pada lokasinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bedanya hanya di lokasinya. Kalau sariawan biasa hanya di mulut. Sedangkan flu Singapura, pasti ada lesi di telapak kaki, telapak tangan, dan di mulut," ungkap Prof Edi dalam diskusi media IDAI, Selasa (2/4/2024).

"Makanya, kadang-kadang orang tua ke dokter karena anaknya nggak mau makan. Pas dilihat, karena ada lesi di mulutnya," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Lesi di mulut pada HFMD sama-sama membuat anak malas makan dan kesulitan menelan. Lesi dan lentingan juga bisa muncul di sekitar mulut, misalnya seperti bagian luar dan bibir.

Selain sariawan, gejala flu Singapura juga sering disamakan dengan cacar air dan campak. Namun, Prof Edi menegaskan keduanya berbeda dan bisa dilihat dari lokasi munculnya lesi.

"Cacar air itu lesinya di badan baru ke luar (di luar area badan). Lesi lentingan atau bagian tepinya itu memerah. Tapi, pada flu Singapura tidak," jelas Prof Edi.

"Selain itu, dari lokasinya, flu Singapura paling sering di telapak kaki, telapak tangan, dan mulut. Kalau cacar jarang sekali muncul di telapak tangan," lanjut dia.

Pada cacar air, bekas luka atau lesi yang muncul di kulit bisa membekas. Namun, pada flu Singapura, lesi itu akan hilang dengan sendirinya tanpa menyebabkan bekas.

"Itu karena lesi lentingan pada flu Singapura tidak sedalam cacar yang bisa menembus hingga lapisan jaringan kulit," tuturnya.

Simak Video "Kasus Flu Singapura di RI Naik, Ini yang Perlu Kamu Tahu!"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

Adblock test (Why?)


Kenali Perbedaan Lesi Akibat Flu Singapura dan Sariawan Biasa - detikHealth
Ngelanjutin Artikel nya

Alasan Jangan Isi Radiator Pakai Air Biasa - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Radiator yang merupakan bagian dari sistem pendinginan mobil butuh cairan khusus alias coolant yang memang didesain tahan suhu panas tinggi. Mengisi radiator menggunakan air biasa justru bisa merusak komponen.

Saat mesin bekerja pergerakan komponen internalnya menghasilkan panas yang seiring waktu meningkatkan suhu menjadi sangat tinggi.

Suhu tinggi berlebihan alias overheat pada mesin berdampak negatif ke penurunan performa. Buat mengatasi hal ini radiator yang menghasilkan suhu dingin berperan menjaga suhu mesin tetap berada di posisi optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Transfer suhu panas menjadi dingin dan sebaliknya dilakukan oleh radiator menggunakan coolant yang bersirkulasi. Coolant bersuhu panas dari area mesin masuk ke radiator yang menurunkan temperaturnya.

Coolant temperatur rendah itu kemudian disirkulasikan kembali ke area mesin untuk membantu pendinginan.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan fungsi ini coolant butuh spesifikasi khusus, salah satunya tahan panas di atas 100 derajat celsius. Jika radiator diisi air biasa, yang titik didihnya sekitar 100 derajat celsius, maka bisa menghambat proses pendinginan mesin.

Selain bikin mesin cepat overheat, penggunaan air juga membawa dampak buruk lainnya seperti menimbulkan korosi karena penguapan. Sementara coolant punya kandungan zat anti karat.

Dikutip dari Auto2000, warna produk coolant tidak ada hubungan dengan kualitasnya. Biasanya terdapat tiga jenis coolant yang disediakan produsen.

Pertama, Inorganic Additive Technology (IAT), biasanya cocok untuk kendaraan tua dan perlu diganti setiap 2 tahun atau sekitar 38.000 km.

Kedua, Organic Acid Technology (OAT), dapat digunakan dalam jangka waktu lima tahun atau sekitar 80.000 km.

Ketiga, Hybrid Organic Acid Technology (HOAT), merupakan versi lebih diperbarui dari OAT dan jadwal penggantian sama.

Ketiga jenis coolant memiliki fungsi dan jadwal penggantian berbeda, sehingga penting untuk memilih jenis coolant sesuai kebutuhan kendaraan.

[Gambas:Video CNN]

(bil/fea)

[Gambas:Video CNN]

Adblock test (Why?)


Alasan Jangan Isi Radiator Pakai Air Biasa - CNN Indonesia
Ngelanjutin Artikel nya

Senin, 01 April 2024

5 Gejala Flu Singapura yang Paling Umum, Berbeda dengan Flu Biasa - CNN Indonesia

Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah kasus flu Singapura di Indonesia kini telah menyentuh angka lebih dari 5 ribu. Kenali dan waspadai gejala flu Singapura yang paling umum berikut ini.

Anggota Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Erlina Burhan mengatakan, penyakit yang banyak dilaporkan menyerang anak ini sekilas terlihat seperti flu biasa. Namun, seiring waktu muncul gejala khusus yang menandakan flu Singapura.

"Awalnya demam biasa, tapi kemudian muncul gejala khusus dan penyakit ini memang banyak menyerang anak-anak. Tapi jangan salah, orang dewasa juga bisa terjangkit penyakit ini," kata dokter spesialis paru ini dalam konferensi pers PB IDI, beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata Erlina, flu Singapura adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Selain istilah flu Singapura, penyakit ini juga dikenal dengan sebutan hand, foot, and mouth disease (HFMD).

HFMD sendiri, sebut Erlina, merupakan penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Tingkat mortalitas atau kematian akibat flu Singapura juga terbilang rendah.

ADVERTISEMENT

"Namun, yang membuat panik adalah penyakit ini banyak menyerang anak-anak," kata dia.

Gejala flu Singapura

Gejala flu Singapura muncul sesuai dengan nama medisnya. Gejala juga akan muncul pada area tangan, kaki, dan mulut.

"Untuk gejala sesuai namanya, hand, foot, and mouth. Jadi gejalanya bisa muncul di tangan, kaki, bahkan mulut," kata Erlina.

Berikut beberapa gejala HFMD yang perlu diwaspadai.

1. Demam

ilustrasi anak sakitIlustrasi. Demam, salah satu gejala flu Singapura yang paling umum. (iStockphoto/Suzi Media Production)

Gejala awal yang akan timbul adalah demam. Demam akan diikuti dengan sakit di bagian tenggorokan yang kemudian menyebabkan pasien mengalami batuk.

2. Ruam

Demam juga akan diikuti dengan ruam di beberapa bagian tubuh. Ruam paling umum biasanya muncul di bagian tangan dan kaki.

3. Ruam jadi lenting

Ruam yang berubah jadi lenting juga akan muncul di bagian kaki, tangan, dan bisa juga di dalam mulut. Ukuran lenting biasanya berkisar antara 2-6 milimeter.

Lenting merupakan luka ruam yang melepuh hingga membentuk gelembung berisi cairan.

4. Nafsu makan hilang

Ruam dan lenting yang muncul di bagian mulut membuat pasien enggan makan dan minum. Alasannya, mereka tidak nyaman dan merasa perih setiap kali ada makanan atau minuman yang masuk ke dalam mulut.

5. Lenting jadi lesi

Lenting yang muncul di beberapa bagian tubuh ini akan pecah hingga jadi lesi dan luka. Lesi umumnya akan membaik dalam kurun waktu 5-10 hari.

Kata Erlina, pasien dinyatakan sembuh saat lenting telah menjadi lesi yang berangsur membaik.

Segera lakukan pemeriksaan jika Anda mengalami beberapa gejala flu Singapura di atas. Terus jaga daya tahan tubuh tetap prima agar terhindar dari penyakit.

[Gambas:Video CNN]

(tst/asr)

Adblock test (Why?)


5 Gejala Flu Singapura yang Paling Umum, Berbeda dengan Flu Biasa - CNN Indonesia
Ngelanjutin Artikel nya

5 Gejala Flu Singapura yang Paling Umum, Berbeda dengan Flu Biasa - CNN Indonesia

Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah kasus flu Singapura di Indonesia kini telah menyentuh angka lebih dari 5 ribu. Kenali dan waspadai gejala flu Singapura yang paling umum berikut ini.

Anggota Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Erlina Burhan mengatakan, penyakit yang banyak dilaporkan menyerang anak ini sekilas terlihat seperti flu biasa. Namun, seiring waktu muncul gejala khusus yang menandakan flu Singapura.

"Awalnya demam biasa, tapi kemudian muncul gejala khusus dan penyakit ini memang banyak menyerang anak-anak. Tapi jangan salah, orang dewasa juga bisa terjangkit penyakit ini," kata dokter spesialis paru ini dalam konferensi pers PB IDI, beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata Erlina, flu Singapura adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Selain istilah flu Singapura, penyakit ini juga dikenal dengan sebutan hand, foot, and mouth disease (HFMD).

HFMD sendiri, sebut Erlina, merupakan penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Tingkat mortalitas atau kematian akibat flu Singapura juga terbilang rendah.

ADVERTISEMENT

"Namun, yang membuat panik adalah penyakit ini banyak menyerang anak-anak," kata dia.

Gejala flu Singapura

Gejala flu Singapura muncul sesuai dengan nama medisnya. Gejala juga akan muncul pada area tangan, kaki, dan mulut.

"Untuk gejala sesuai namanya, hand, foot, and mouth. Jadi gejalanya bisa muncul di tangan, kaki, bahkan mulut," kata Erlina.

Berikut beberapa gejala HFMD yang perlu diwaspadai.

1. Demam

ilustrasi anak sakitIlustrasi. Demam, salah satu gejala flu Singapura yang paling umum. (iStockphoto/Suzi Media Production)

Gejala awal yang akan timbul adalah demam. Demam akan diikuti dengan sakit di bagian tenggorokan yang kemudian menyebabkan pasien mengalami batuk.

2. Ruam

Demam juga akan diikuti dengan ruam di beberapa bagian tubuh. Ruam paling umum biasanya muncul di bagian tangan dan kaki.

3. Ruam jadi lenting

Ruam yang berubah jadi lenting juga akan muncul di bagian kaki, tangan, dan bisa juga di dalam mulut. Ukuran lenting biasanya berkisar antara 2-6 milimeter.

Lenting merupakan luka ruam yang melepuh hingga membentuk gelembung berisi cairan.

4. Nafsu makan hilang

Ruam dan lenting yang muncul di bagian mulut membuat pasien enggan makan dan minum. Alasannya, mereka tidak nyaman dan merasa perih setiap kali ada makanan atau minuman yang masuk ke dalam mulut.

5. Lenting jadi lesi

Lenting yang muncul di beberapa bagian tubuh ini akan pecah hingga jadi lesi dan luka. Lesi umumnya akan membaik dalam kurun waktu 5-10 hari.

Kata Erlina, pasien dinyatakan sembuh saat lenting telah menjadi lesi yang berangsur membaik.

Segera lakukan pemeriksaan jika Anda mengalami beberapa gejala flu Singapura di atas. Terus jaga daya tahan tubuh tetap prima agar terhindar dari penyakit.

[Gambas:Video CNN]

(tst/asr)

Adblock test (Why?)


5 Gejala Flu Singapura yang Paling Umum, Berbeda dengan Flu Biasa - CNN Indonesia
Ngelanjutin Artikel nya

Bukan Sumber Pangan Biasa, Ini Multi Manfaat dari Jagung - RRI.co.id

[unable to retrieve full-text content] Bukan Sumber Pangan Biasa, Ini Multi Manfaat dari Jagung    RRI.co.id Bukan Sumber Pangan Biasa, Ini...