Rechercher dans ce blog

Selasa, 29 Juni 2021

Southgate: Wembley Suntikkan Semangat yang Luar Biasa - Republika Online

Southgate pernah alami kekalahan sebagai pemain Inggris kala melawan Jerman.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Gareth Southgate menyatakan, atmosfer yang tercipta di Stadion Wembley pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) mampu menyuntik energi bagi tim nasional Inggris yang menaklukkan Jerman 2-0 dalam laga 16 besar Euro 2020.

"Ini hasil yang luar biasa. Inggris tidak pernah mengalahkan Jerman dalam pertandingan babak gugur sejak final Piala Dunia 1966 di sini," kata Southgate selepas laga dikutip dari laman resmi UEFA.

Energi yang disuntikkan publik Wembley berhasil disalurkan oleh Raheem Sterling dan Harry Kane yang mencetak dua gol kemenangan Inggris. Lini tengah dan belakang Inggris juga mampu meredam ancaman Jerman, bahkan kiper Jordan Pickford berhasil mementahkan tembakan Timo Werner dan Kai Havertz serta mengintimidasi Thomas Mueller dalam situasi satu lawan satu.

Southgate bahkan menyatakan bahwa meski tak sampai separuh dari kapasitas 90 ribu penonton Wembley terisi, tapi atmosfer di laga kontra Jerman melampaui ketika stadion itu terisi penuh.

"Saya pernah berada di sini dengan kapasitas penuh dan rasanya tidak mendapat atmosfer setingkat hari ini. Mereka berada di belakang para pemain untuk setiap upaya merebut bola, mengawal lawan dan setiap pergerakan pemain kami," katanya.

"Energi sangat luar biasa di stadion dan bisa mengantarkan mereka pulang dengan perasaan segembira ini. Juga mengetahui jutaan orang lainnya, setelah tahun yang sulit, bisa mendapat kenikmatan yang kami berikan hari ini sangatlah luar biasa," ujar Southgate menambahkan.

Secara pribadi bagi Southgate kemenangan ini juga menjadi ajang penuntasan kekecewaan yang ia rasakan ketika gagal mengeksekusi penalti dalam semifinal Euro 1996 melawan Jerman di tempat yang sama.Inggris selanjutnya akan menanti pemenang laga 16 besar lain antara Swedia kontra Ukraina yang bakal jadi lawan mereka di babak perempat final di Roma, Sabtu (3/7) nanti.

Terkait


Raheem Sterling dari Inggris merayakan skor 1-0 dalam pertandingan sepak bola babak 16 besar UEFA EURO 2020 antara Inggris dan Jerman di London, Inggris, 29 Juni 2021.

Sterling Puji Lini Tengah Timnas Inggris saat Atasi Jerman

Harry Kane (kiri) dari Inggris merayakan keunggulan 2-0 selama pertandingan sepak bola babak 16 besar UEFA EURO 2020 antara Inggris dan Jerman di London, Inggris, 29 Juni 2021.

Inggris Hentikan Langkah Jerman di Euro 2020

Reaksi manajer Inggris Gareth Southgate setelah memenangkan pertandingan sepak bola babak 16 besar UEFA EURO 2020 antara Inggris dan Jerman di London, Inggris, Rabu (30/6)..

Southgate Jelaskan Soal Kedigdayaan Timnya atas Jerman

Harry Kane dari Inggris merayakan mencetak gol 2-0 selama pertandingan sepak bola babak 16 besar UEFA EURO 2020 antara Inggris dan Jerman di London, Inggris, Rabu (30/6)..

Klinsman: Inggris Memang Layak Menang Atas Jerman 

Fans Inggris bergembira atas keberhasilan timnas kesayangannya di Piala Eropa 2020 sejauh ini.

Fans Tiga Singa Rayakan Kemenangan dengan 'Liar' di Inggris

Adblock test (Why?)


Southgate: Wembley Suntikkan Semangat yang Luar Biasa - Republika Online
Ngelanjutin Artikel nya

Kasus terus bertambah, ini cara membedakan gejala Covid-19 dengan flu biasa - Kontan

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Indonesia semakin dekat ke tepi bencana Covid-19. Kenali cara membedakan gejala Covid-19 dengan flu biasa agar pasien mendapat penanganan tepat sejak dini.

Mengenali cara membedakan gejala Covid-19 dengan flu biasa sangat penting dipahami masyarakat. Pasalnya, kasus infeksi virus corona penyebab Covid-19 meningkat pesat pada Juni 2021.

Melansir data Satgas Covid-19, hingga Selasa (29/6) ada tambahan 20.467 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 2.156.465 kasus positif Corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 9.645 orang sehingga menjadi sebanyak 1.869.606 orang.Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 463 orang menjadi sebanyak 58.024 orang. Saat ini ada total 228.835 kasus aktif di Indonesia, atau bertambah 10.359 kasus.

Dalam beberapa kasus, gejala Covid-19 akan mirip dengan gejala flu biasa. Namun, tak menutup kemungkinan akan memiliki gejala yang berbeda.

Misalnya, salah satu gejala Covid-19 yang paling umum adalah demam. Gejala Covid-19 ini tidak selalu terjadi pada penderita flu biasa.

Baca juga: Pasien COVID-19 gejala ringan, ini gejala dan cara penanganannya

Merangkum dari Medical News Today, Covid-19 juga menyebabkan gejala yang lebih bervariasi daripada flu biasa dan memiliki risiko komplikasi parah yang lebih tinggi. Pada dasarnya, flu biasa dan Covid-19 memiliki beberapa kesamaan.

Keduanya berkembang sebagai akibat dari virus pernapasan, menyebar dari orang ke orang melalui droplet yang berasal dari hidung dan mulut. Namun, penting untuk diingat bahwa keduanya berbeda. Seseorang dapat terkena Covid-19 akibat tertular virus SARS-CoV-2, yang merupakan jenis virus corona.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui mengenai Covid-19, seperti dirangkum dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

  • Memiliki masa inkubasi potensial yang lebih lama
  • Memiliki gejala yang lebih bervariasi
  • Memiliki risiko komplikasi dan kematian yang lebih tinggi
Editor: Adi Wikanto

Adblock test (Why?)


Kasus terus bertambah, ini cara membedakan gejala Covid-19 dengan flu biasa - Kontan
Ngelanjutin Artikel nya

Ahli Bandingkan RI dan Singapura soal Anggap Covid Flu Biasa - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Ahli Biologi dan Molekuler Ines Atmosukarto mengaku tidak setuju Indonesia meniru cara Singapura yang mempersiapkan new normal dengan memberlakukan Covid-19 sebagai penyakit flu biasa. Indonesia harus lebih ketat dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Singapura dikabarkan tengah menyusun roadmap hidup "berdampingan" dengan Covid-19 bagi warganya. Pemerintah Singapura berharap virus corona itu akan menjadi endemik.

"Pertama tingkat transmisi lokal mereka (Singapura) rendah dan kedua laju vaksinasinya sudah cukup tinggi," ujar Ines kepada CNNIndonesia.com, Selasa (29/6).


Menurut Ines sebanyak 36 persen penduduk Singapura sudah divaksin secara penuh. Sementara setengah dari populasi sudah mendapat setidaknya satu dosis vaksin.

Sementara itu, di Indonesia kurang dari 5 persen dari total penduduk yang sudah menerima dua dosis vaksin.

"Bahkan Indonesia masih menghadapi lonjakan kasus yang luar biasa dan pelayanan kesehatan di Indonesia sedang diuji berat. Karena itu tidak tepat kita ikut nguping dan nyontek omongan tetangga," tambah Ines.

Bagi Ines setiap negara memiliki tahapan masing-masing dalam proses penyembuhan. Diperlukan kesabaran dan kedisiplinan, lanjutnya.

Singapura, lanjut Ines, bisa sampai pada tahap membicarakan "hidup berdampingan dengan virus" sebab mereka menunjukkan kedisiplinan yang tinggi dalam menekan penularan virus, artinya ini menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia jauh lebih berat karena terdiri dari kepulauan dengan penduduk 270 juta.

Sedangkan Singapura negara kecil dengan jumlah penduduk yang sedikit. Mengutip population in brief, jumlah warga negara di Singapura tumbuh 0,6 persen menjadi 3,52 juta jiwa sampai Juni 2020.

"Sudahlah kita fokus pada apa yang harus dilakukan di Indonesia sesuai dengan keadaan dan kebutuhan Indonesia," ucapnya.

Tak jauh beda dengan Ines, ahli virus Indonesia Ahmad Rusdan menyinggung kapasitas testing, tracing dan cakupan vaksinasi di Indonesia.

"Jadi kalau Indonesia mau bebas masker ya perhatikan prosesnya dulu. Jangan hanya copas (salin-tempel) hasil," tutur Ahmad.

Sebelumnya Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono menegaskan Indonesia tak mungkin mengikuti jejak Singapura mengenai rencana hidup normal bersama Covid-19.

"Kalau nggak punya rencana, nggak punya tujuan bagaimana bisa mengendalikan pandemi? Mengendalikan pandemi kan butuh manajemen, butuh sistem, bukan tambal sulam seperti sekarang, ujar Pandu saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (28/6).

(nis/mik)

[Gambas:Video CNN]

Adblock test (Why?)


Ahli Bandingkan RI dan Singapura soal Anggap Covid Flu Biasa - CNN Indonesia
Ngelanjutin Artikel nya

Gejala Covid-19 Lebih Bervariasi Dibandingkan Flu Biasa, Ketahui Perbedaannya - Tribunnews.com

TRIBUNNES.COM - Gejala Covid-19 dalam beberapa kasus mirip dengan gejala flu biasa. Namun, tetap saja ada gejala yang berbeda.

Sebagai contoh, satu di antara gejala Covid-19 yang paling umum adalah demam.

Gejala ini tidak selalu terjadi pada penderita flu biasa.

Merangkum dari Medical News Today, Covid-19 juga menyebabkan gejala yang lebih bervariasi daripada flu biasa dan memiliki risiko komplikasi parah yang lebih tinggi.

Pada dasarnya, flu biasa dan Covid-19 memiliki beberapa kesamaan.

Keduanya berkembang sebagai akibat dari virus pernapasan, menyebar dari orang ke orang melalui droplet yang berasal dari hidung dan mulut.

Baca juga: RS Dr Suyoto Siapkan Ruangan Tambahan Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

Namun, penting untuk diingat bahwa keduanya berbeda.

Seseorang dapat terkena Covid-19 akibat tertular virus SARS-CoV-2, yang merupakan jenis virus corona.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui mengenai Covid-19, seperti dirangkum dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

  • memiliki masa inkubasi potensial yang lebih lama
  • memiliki gejala yang lebih bervariasi
  • memiliki risiko komplikasi dan kematian yang lebih tinggi
Penjelasan Lengkap tentang Virus Corona Menyebar di Udara, Perbedaan Istilah dan Pendapat Para Ahli
Penjelasan Lengkap tentang Virus Corona Menyebar di Udara, Perbedaan Istilah dan Pendapat Para Ahli (Freepik)

 
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui perbedaan gejala antara Covid-19 dan flu biasa.

Adblock test (Why?)


Gejala Covid-19 Lebih Bervariasi Dibandingkan Flu Biasa, Ketahui Perbedaannya - Tribunnews.com
Ngelanjutin Artikel nya

Jokowi Anggap Kritik Mahasiswa Sebagai Hal Biasa - Bahasa Indonesia - VOA Indonesia

Presiden Joko Widodo akhirnya buka suara terkait kritikan yang dilayangkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) terhadap dirinya. Para mahasiswa dalam kritikannya tersebut menjuluki Jokowi sebagai The King of Lip Service alias Raja Pembual, karena kerap mengobral janji manis kepada masyarakat yang tidak pernah terealisasikan.

Jokowi mengatakan sejak menjabat sebagai kepala negara, dirinya sudah banyak mendapatkan kritik bahkan julukan dari berbagai pihak terkait kebijakan-kebijakan yang dibuatnya selama ini.

Presiden Jokowi dalam telekonferensi pers di Istana Kepresiden, Jakarta, Selasa (29/6). (Biro Setpres)
Presiden Jokowi dalam telekonferensi pers di Istana Kepresiden, Jakarta, Selasa (29/6). (Biro Setpres)

“Itu kan sudah sejak lama. Dulu ada yang bilang saya ini klemar-klemer, ada yang bilang saya itu planga-plongo, kemudian ganti lagi ada yang bilang saya ini otoriter, kemudian ada juga yang ngomong, saya ini bebek lumpuk, dan baru-baru ini ada yang ngomong saya ini Bapak Bipang, dan terakhir ada menyampaikan tentang the king of lip service,” ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/6).

Berbagai kritikan ini, menurutnya, adalah bentuk kebebasan berekspresi para mahasiswa di negara demokrasi sehingga cukup lumrah terjadi.

“Jadi ya kritik boleh-boleh saja. Dan universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi. Tapi juga ingat, kita ini memiliki budaya tata krama, memiliki budaya kesopan santunan. Ya saya kira biasa saja, mungkin mereka sedang belajar, mengekspresikan pendapat. Tapi yang saat ini penting kita semuanya bersama-sama fokus untuk penanganan pandemi COVID-19,” jelasnya.

BEM UI: Kami Tidak Akan Menurunkan Postingan Kritik

Dikutip dari Kompas TV, Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra memastikan bahwa pihaknya tidak akan menghapus postingan meme Presiden Jokowi sebagai “The King of Lip Service”.

BEM UI, kata Leon, juga telah memenuhi panggilan rektor universitas untuk menjelaskan mengapa pihaknya melakukan propaganda yang mengkritik pernyataan Jokowi yang menurut mereka tidak sesuai dengan realita yang ada. Ia menegaskan, pihaknya tidak sembarangan dalam melontarkan kritikan tersebut, karena sudah mempunyai dasar kajian terlebih dahulu.

“Dan dari keterangan tersebut nantinya akan membahas mengenai tindak lanjut dari propanganda yang kami buat. Namun kami dari BEM UI menegaskan dan memastikan bahwa kami tidak akan menurunkan dan men-take down postingan tersebut karena kami merasa kritikan yang kami berikan sudah mempunyai dasar kajian terlebih dahulu. Tindak lanjutnya, siang ini kami akan memposting atau kemudian meng-upload infografis yang sudah kami buat sejak lama namun akan kami upload ulang sebagai penjelasan dari propaganda yang kami lakukan,” ungkap Leon.

BEM UI, menurut Leon, menganggap Jokowi kerap mengobral janji manis namun realitasnya tidak sesuai kenyataan.

“Katanya begini, faktanya begitu. Mulai dari rindu di demo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya,” ungkap salah satu cuitan @BEMUI_Official, seperti dikutip VOA.

Semua perkataan Jokowi tersebut, menurut BEM UI, mengindikasikan bahwa perkataan yang dilontarkannya tidak lebih dari sekedar bentuk “lip service’”.

“Berhenti membual, rakyat sudah mual!,” lanjut cuitan dari @BEMUI_Official.

Pengamat: Kritik Hanya Akan Dianggap Angin Lalu

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan kritik dari BEM UI terhadap Jokowi merupakan sebuah kritik yang biasa dan normal sebagai bagian daripada untuk mengawasi dan mengontrol jalannya pemerintahan.

“Hal yang lumrah, yang wajar dan itu merupakan bagian daripada sikap intelektual dari mahasiswa yang di mana, mereka adalah sebagian daripada calon pemimpin bangsa ke depan. Dan saat ini kondisi bangsa yang sedang tidak baik-baik saja, misalnya utang yang begitu besar, penanganan COVID-19 yang belum terkendali, lalu janji-janji kampanye Jokowi yang dianggap tidak dipenuhi, nah ini menjadi problem kebangsaan sendiri, yang hari ini mulai dikritisi oleh mahasiswa,” ungkapnya kepada VOA.

Kampus Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat. (Foto: Courtesy/Universitas Indonesia)
Kampus Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat. (Foto: Courtesy/Universitas Indonesia)

Menurutnya, gerakan mahasiswa tersebut seharusnya mendapatkan dukungan dari semua pihak terutama universitas, yang sebaliknya justru memanggil pengurus BEM UI dan menyuruh untuk menghapus kritikan terhadap Jokowi.

Lanjutnya, melihat reaksi Jokowi terhadap kritikan mahasiswa tersebut merupakan langkah yang tepat, untuk meredam situasi agar tidak tambah memanas di tengah situasi pandemi COVID-19 yang belum mereda.

“Justru bagus reaksinya, karena kalau reaksinya menolak justru akan memperparah kritikan itu. Cuma memang yang harus kita lihat adalah, mestinya ucapan Pak Jokowi itu harus dari hati yang terdalam. Jangan nanti apa yang diucapkan dengan yang dilakukan berbeda. Itu yang menjadi kritikan para mahasiswa itu,” jelasnya.

Meski begitu, ia tidak yakin kritikan dari mahasiswa tersebut akan berdampak signifikan terhadap perbaikan jalannya pemerintahan ke depan. Berdasarkan dari pengalaman yang ada, biasanya kritikan publik hanya akan dianggap angin lalu oleh para pejabat di negeri ini.

“Kritikan itu kan banyak dan sering. Bagaimana kurangnya publik, dan mahasiswa mengkritik, seperti jangan merevisi UU KPK, karena KPK dilemahkan bahkan dibunuh, tapi kan pemerintah yakni Jokowi dan DPR direvisi, bagaimana publik juga menginginkan UU Omnibus Law, Cipta Kerja itu tidak disahkan, tetapi kan mereka mengesahkan. Tapi kan kritikan itu sangat keras. Bahkan rakyat demonstrasi, tapi kan angin lalu. Berdasarkan fakta ini dan fakta lainnya, saya tidak yakin kalau ada perbaikan-perbaikan di kemudian hari,” pungkasnya. [gi/ab]

Adblock test (Why?)


Jokowi Anggap Kritik Mahasiswa Sebagai Hal Biasa - Bahasa Indonesia - VOA Indonesia
Ngelanjutin Artikel nya

News Singapura Akan Anggap Corona Sebagai Flu Biasa, RI Bagaimana? - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura memberikan kabar yang mengernyitkan dahi warga Indonesia. Bagaimana tidak, di saat Indonesia mengalami ledakan kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19), Singapura malah mempersiapkan roadmap yang akan memberlakukan Covid-19 sebagai penyakit flu biasa.

Jika dianggap sebagai flu biasa, tentunya aktivitas warganya akan kembali normal, roda bisnis bisa berputar dengan kencang, dan perekonomian tentunya akan semakin tumbuh tinggi. Roadmap tersebut diungkapkan oleh tiga menteri di Singapura.

"Sudah 18 bulan sejak pandemi dimulai dan orang-orang kami lelah berperang. Semua bertanya: Kapan dan bagaimana pandemi akan berakhir?" ujar Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong, Menteri Keuangan Lawrence Wong dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung dalam sebuah pernyataan pers, akhir pekan lalu.


"Kabar buruknya adalah Covid-19 mungkin tidak akan pernah hilang. Kabar baiknya adalah mungkin untuk hidup normal dengannya di tengah-tengah kita."

Menurut mereka, kemungkinan sakit parah akibat flu sangat rendah, sehingga bisa tetap beraktivitas, tentunya dengan syarat sudah melakukan vaksinasi.

"Kemungkinan sakit parah karena flu sangat rendah, jadi kita bisa hidup dengan itu. Masyarakat bisa tetap beraktivitas meski sedang musim flu, tentunya dengan bekal vaksinasi.

"Oleh karena itu, kita bisa melakukan hal yang sama untuk Covid-19. Kita tidak akan bisa memusnahkannya, tetapi kita bisa mengubah pandemi menjadi lebih tidak menakutkan. Seperti flu, penyakit mulut dan kuku, atau cacar air, kita tetap bisa hidup normal.

"Inilah rencana kami dalam beberapa bulan ke depan, kami sudah punya rencana. Vaksinasi adalah kunci pertama," papar mereka.

Singapura merupakan salah satu negara yang terpapar Covid-19 sejak awal kemunculannya, bahkan sempat menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak kedua setelah China.

Maklum saja, Singapura merupakan salah satu tujuan utama wisatawan asal China dan juga merupakan travel hub regional sehingga rentan terhadap wabah virus corona.

Di tahun 2019, sebelum virus yang berasal dari Kota Wuhan China tersebut menjadi pandemi, ada sebanyak 3,6 juta wisatawan dari China yang berkunjung ke Singapura. Angka tersebut merupakan 20% dari total wisatawan yang datang ke Negeri Merlion.

Artinya, Singapura memang sangat rentang terpapar virus corona, oleh sebab itu di awal 2020 lalu menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak kedua setelah China.

Singapura juga mengalami serangan virus corona dalam beberapa gelombang, tetapi selalu sukses diredam.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Singapura Hanya 0,06% Saja

Adblock test (Why?)


News Singapura Akan Anggap Corona Sebagai Flu Biasa, RI Bagaimana? - CNBC Indonesia
Ngelanjutin Artikel nya

PTM Terbatas Beda dengan Sekolah Biasa, Ini Aturannya - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro menyatakan, kabupaten/kota yang berada di zona merah melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran online.

Sedangkan kabupaten/kota di luar zona merah melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan pengaturan teknis dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang akan dilaksanakan ini berbeda dengan sekolah biasa seperti saat sebelum ada pandemi Covid-19.

Merangkum dari akun Instagram resmi Direktorat SD Kemendikbud Ristek, ada panduan penyelenggaraan pembelajaran Pauddikdasmen di masa pandemi Covid-19. 

Baca juga: Unpad Berikan Pendampingan Psikolog bagi Sivitas yang Jalani Isoman

Bagaimana pelaksanaannya? Yuk simak bersama informasi berikut ini:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aturan saat siswa tiba di sekolah

1. Siswa wajib mencuci tangan dengan sabun yang sudah disediakan.

2. Saat memasuki lingkungan sekolah, siswa masuk dengan tertib.

3. Jaga jarak dengan teman dan sebisa mungkin jangan bersentuhan.

Baca juga: 1,9 Juta Lulusan SMA/SMK/MA di Indonesia Tidak Kuliah

Aturan saat berada di dalam kelas

1. Siswa masuk ke kelas dengan tertib dan langsung menuju ke bangku masing-masing.

2. Mengikuti pelajaran dengan tenang, tidak banyak mengobrol dengan teman.

3. Sekolah juga dapat mengoptimalkan pembelajaran di luar kelas selama PTM terbatas.

4. Saat jam istirahat tiba, cuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

5. Makan dan minum bekal dari rumah, tidak membeli di sekolah, selain itu tetap jaga jarak saat makan.

Baca juga: Dosen Unair: Penyekatan Suramadu Picu Kekecewaan Warga Karena Hal Ini

Saat pulang sekolah

1. Siswa bisa keluar kelas dengan tertib.

2. Menunggu dijemput orangtua dengan tenang dan tetap menjaga jarak.

3. Siswa bisa pulang dengan tetap memakai masker.

4. Siswa bisa langsung pulang ke rumah, usahakan untuk tidak mampir ke tempat lain.

5. Sesampainya di rumah, seragam atau baju yang dikenakan langsung dicuci.

6. Bersihkan badan dengan mandi.

7. Kurangi aktivitas di luar rumah.

Bagi sekolah yang masuk zona hijau, kuning dan oranye, bisa bersiap-siap mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas pada tahun ajaran baru mendatang.

Baca juga: Unpad Berikan Pendampingan Psikolog bagi Sivitas yang Jalani Isoman

PTM terbatas tidak sama dengan sekolah biasa, ada aturannya, yakni:

  • Selalu menjaga jarak 1,5 meter
  • Selalu pakai masker (lebih aman menggunakan masker medis).
  • Isi kelas tidak lebih dari 50 persen.
  • Rutin cuci tangan pakai sabun
  • Sehat tidak bergejala Covid-19.
  • Tidak ada aktivitas selain pembelajaran. Mulai dari kegiatan di kantin, kegiatan olaharaga dan ekstrakurikuler juga belum bisa dilaksanakan.

Baca juga: Webinar CDC UNS Berikan Tips Hadapi Tantangan Otomatisasi Dunia Kerja

Demikian kebijakan yang harus dipatuhi selama PTM terbatas dilaksanakan di satuan pendidikan. Baik orangtua, siswa dan pihak sekolah harus memenuhi semua aturan tersebut agar siswa bisa merasakan pembelajaran di sekolah namun tetap mengutamakan kesehatan siswa dan pengajar.

Adblock test (Why?)


PTM Terbatas Beda dengan Sekolah Biasa, Ini Aturannya - Kompas.com - KOMPAS.com
Ngelanjutin Artikel nya

Bukan Sumber Pangan Biasa, Ini Multi Manfaat dari Jagung - RRI.co.id

[unable to retrieve full-text content] Bukan Sumber Pangan Biasa, Ini Multi Manfaat dari Jagung    RRI.co.id Bukan Sumber Pangan Biasa, Ini...